﷽Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa

Sosialisasi Pembangunan Jamiatul Mudzakkirin Shiddiqiyyah Banten Digelar di Gubug Sajaroh Toyyibah

Cisoka, Banten — Kegiatan Sosialisasi Pembangunan Jamiatul Mudzakkirin (JM) Shiddiqiyyah Banten sukses digelar pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Gubug Sajaroh Toyyibah, Cisoka, Kabupaten Tangerang. Acara ini dihadiri oleh Wali Talqin Djafar Shodiq bersama Pranoto dan Haryo Sumantri, serta diikuti sebanyak 79 warga Shiddiqiyyah dari berbagai wilayah di Banten dan sekitarnya

Redaksi12 September 2026
Sosialisasi Pembangunan Jamiatul Mudzakkirin Shiddiqiyyah Banten Digelar di Gubug Sajaroh Toyyibah

Cisoka, Banten — Semangat kebersamaan dan silaturahmi mewarnai kegiatan Sosialisasi Pembangunan Jamiatul Mudzakkirin (JM) Shiddiqiyyah Banten yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Gubug Sajaroh Toyyibah, Cisoka, Banten.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Talqin Bapak Djafar Shodiq, Bapak Pranoto dan Bapak Haryo Sumantri. Pertemuan ini menjadi salah satu momentum untuk menyatukan pemahaman, membangun komunikasi, serta memperkuat kebersamaan dalam rencana pembangunan Jamiatul Mudzakkirin Shiddiqiyyah di wilayah Banten.

Jamiatul Mudzakkirin sendiri memiliki peran penting dalam lingkungan Shiddiqiyyah. Berdasarkan keterangan Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), Jaamiatul Mudzakkirin merupakan tempat untuk bertemu dan berkumpul, melaksanakan dzikir serta doa bersama, sekaligus menjadi tempat memberikan pelajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Dihadiri Puluhan Warga dari Berbagai Wilayah

Antusiasme terhadap kegiatan tersebut terlihat dari kehadiran warga yang datang dari sejumlah wilayah. Berdasarkan daftar hadir yang tercatat, terdapat 79 orang yang mengikuti kegiatan.

Peserta berasal dari beberapa wilayah dan kelompok, antara lain:

Kabupaten Tangerang: 19 orang

Tangerang Selatan: 26 orang

Tangerang Selatan: 1 orang

Serang: 11 orang

Cilegon: 1 orang

JKPHS: 21 orang

Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan adanya perhatian dan dukungan terhadap rencana pembangunan Jamiatul Mudzakkirin di Banten.

Bagi warga Shiddiqiyyah, pembangunan JM bukan hanya berkaitan dengan pembangunan sarana secara fisik. Keberadaan Jamiatul Mudzakkirin diharapkan dapat menjadi tempat yang mendukung kegiatan dzikir, doa bersama, pembelajaran, serta mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

Bagian dari Semangat Pembangunan 2000 Jamiatul Mudzakkirin

Pembangunan Jamiatul Mudzakkirin juga memiliki kaitan dengan Program Pembangunan 2000 Jamiatul Mudzakkirin yang disebut sebagai salah satu program Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. ORSHID mencatat bahwa program tersebut mendapat sambutan dari para murid dan didukung melalui kontribusi secara sukarela. Hal ini menempatkan partisipasi warga sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam mendukung keberadaan sarana kegiatan Shiddiqiyyah.

Semangat tersebut sejalan dengan karakter organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah yang menempatkan silaturahmi, kesantunan, dan shodaqoh sebagai ciri khas dalam kehidupan berorganisasi.

Memperkuat Silaturahmi di Banten

Kegiatan sosialisasi di Gubug Sajaroh Toyyibah juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga dari berbagai daerah di Banten. Cisoka sendiri sebelumnya tercatat pernah menjadi salah satu lokasi persinggahan dalam kegiatan Safari Mursyid Shiddiqiyyah. Pada 2024, kegiatan Safari Nidhomus Syukri dalam rangka silaturahmi dan tasyakkuran Tahun Baru Hijriyah juga menyempatkan kunjungan ke Jami’atul Mudzakkirin Cisoka, Tangerang.

Hal tersebut memberikan gambaran bahwa wilayah Cisoka telah menjadi bagian dari aktivitas dan silaturahmi warga Shiddiqiyyah di kawasan Tangerang dan Banten.

Karena itu, keberadaan tempat berkumpul seperti Jamiatul Mudzakkirin memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar sebuah bangunan. JM menjadi ruang yang dapat mempertemukan warga dalam kegiatan keagamaan sekaligus menjaga kesinambungan silaturahmi dan pembelajaran.

Menuju Pembangunan Jamiatul Mudzakkirin Shiddiqiyyah Banten

Sosialisasi yang berlangsung di Gubug Sajaroh Toyyibah, Cisoka, diharapkan menjadi langkah awal yang semakin memperkuat koordinasi dan kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan Jamiatul Mudzakkirin Shiddiqiyyah Banten.

Dengan hadirnya Wali Talqin Djafar Shodiq, Pranoto, Haryo Sumantri, serta puluhan warga dari berbagai wilayah, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan niat dan langkah dalam mendukung pembangunan.

Lebih dari pembangunan fisik, Jamiatul Mudzakkirin diharapkan kelak dapat menjadi tempat berkumpul, berdzikir, berdoa, belajar, dan mempererat silaturahmi bagi warga Shiddiqiyyah di Banten.

Dari Gubug Sajaroh Toyyibah, Cisoka, semangat kebersamaan itu kembali diteguhkan. Dengan partisipasi dan gotong royong warga, pembangunan Jamiatul Mudzakkirin Shiddiqiyyah Banten diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi berikutnya.